Apa Itu Urban Hiking dan Bagaimana Melakukannya

Sumber Foto

    Hai sobat gunung! salah satu animo masyarakat perkotaan di Indonesia belakangan ini adalah melakukan aktivitas mendaki gunung untuk memenuhi hasrat adrenalin dan menyegarkan otak dengan melihat pepohonan hijau. Namun bagaimana untuk yang belum memiliki waktu luang untuk bepergian di akhir pekan, atau uang yang cukup untuk berangkat ke gunung yang cukup jauh dari daerah perkotaan? Ada sebuah metode yang bernama urban hiking pada tahun 2004 dipopulerkan oleh Dan Koeppel, yaitu seorang published author, columnist dan pejuang yang menyuarakan tentang ruang hijau perkotaan khususnya di daerah Los Angeles, Amerika. Saat itu Koeppel merasa rutinitas yang ia lakukan di akhir pekan yaitu menyetir sejauh 32 Km dari Los Angeles untuk mendaki gunung dan kembali lagi sebelum petang adalah hal yang menguras waktu. Akhirnya ia memilih untuk menerapkan aktivitas 'pendakian', yang mayoritas diisi dengan berjalan kaki di tengah kota. Dan salah satu spot andalan untuk urban hiking baginya adalah taman kota, lokasi bersejarah, dan tempat - tempat terpencil yang terletak tidak jauh dari kota.

    Urban hiking adalah jalan - jalan di kota yang menyertakan rasa petualangan. Metodenya adalah dengan mencari rute dengan tangga sebanyak mungkin, yang menghubungkan jalan umum dan era kota, terlebih yang belum atau jarang kita jelajahi. Dengan cara mengambil rute sejauh 5 - 50 mil, membawa perlengkapan di dalam ransel seperti yang kita lakukan di jalan setapak pendakian gunung. Memang masih belum terlalu familiar bagi masyarakat Indonesia, mengingat masih banyak kota yang belum termodernisasi.

    Hal terpenting dari urban hiking adalah kapanpun merasa lelah atau lapar dapat langsung mengunjungi lokasi kuliner dan tempat hiburan. Dan juga dapat menjadi aktivitas mendidik seperti pergi ke rute lokasi - lokasi bersejarah dan museum bersama keluarga. Menjelajahi tempat yang sering terlewati dengan kecepatan tinggi dan jarang dijelajahi.

    Namun tidak usah sedih, ada beberapa hal menarik melihat geografis perkotaan di Indonesia yang banyak diisi oleh perbukitan dan ini bisa dijadikan untuk kegiatan urban hiking. Bukit - bukit di dekat kota tempat tinggal menjadi tempat yang cukup bisa diandalkan. Kota - kota di Indonesia yang memiliki kawasan perbukitan seperti Bandung, Sukabumi, Bogor, Semarang, Malang, Padang, Bukittinggi, Batam, Medan, dan banyak kota lainnya.

    Trek dapat dilakukan diperbukitan bersama teman atau menggunakan peralatan navigasi darat seperti mendaki gunung. Lalu bagaimana merencanakan urban hiking? jika ingin melakukannya di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung dan kota besar lainnya maka dapat melakukan tahapan - tahapan sebagai berikut:

1. Pilih gear yang tepat

    Alih - alih menggunakan sepatu boat hiking untuk jalur setapak tanah,  jalur urban hiking sebagian besar dilakukan di trotoar dan beton. Karena jarak yang jauh dengan permukaan keras, hal ini bisa menjadi berefek pada persendian. Sepatu dengan banyak bantalan salah satu pilihan yang cocok. Item lain seperti

- Paket hidrasi seperti penyimpanan air yang tetap memuat tampungan item lain di ransel

- Kaos kaki atletik yang menghilangkan kelembapan untuk mencegah kaki melepuh

- jaket hujan ringan dengan kemasan kecil

- Sebuah peta kota

- Makanan ringan seperti energy bar atau trail mix

- kacamata hitam

- tabir surya

- head lamp dan sejenisnya jika melakukannya di malam hari

2. Tetap Prioritaskan Keselamatan

Usahakan untuk tetap berada di pinggir jalan atau cari area dengan jalur sepeda yang lalu lintas rendah (hanya tersedia beberapa di kota besar Indonesia). Penting juga untuk mengenakan perlengkapan yang cocok dan mengikuti peraturan lalu lintas seperti menggunakan jembatan penyebrangan, zebra cross dan pelican cross atau sejenisnya.

3. Buat Game Plan

    Maksudnya membuat rute di peta atau saat dalam perjalanan dengan bantuan aplikasi yang dapat melacak langkah di gadget. dan beberapa hal yang perlu diingat seperti merencanakan untuk menjelajahi area baru, jangan lalui tempat yang sama dua kali karena bertentangan dengan semangat olahraga ini jadi carilah jalan pulang berbeda, lewati tangga sebanyak mungkin karena melath otot kaki bokong dan punggung seperti mendaki gunung.

    Perlu diingat juga jika melakukannya di perbukitan dengan hutan lebat, disarankan menggunakan metode yang sama dengan mendaki gunung dengan plotting jalur terlebih dahulu di peta dan melakukan resection. Tetapi jika mendaki gunung tidak membebani badan dan waktu teman - teman, sepertinya lebih baik melakukan pendakian gunung bersama teman dan menikmati akhir pekan menikmati pemandangan gunung. Karena bagaimanapun urban hiking hanya sebagai alternatif ketika ketidak adaannya waktu dan uang yang cukup. Tetap jaga kondisi alam dan tetap bersih ya teman - teman. Salam Lestari!


Source:

https://adventure.howstuffworks.com/outdoor-activities/urban-sports/5-best-cities-for-urban-hiking.htm&prev=search&pto=aue

https://blog.myfitnesspal.com/what-you-need-to-know-about-urban-hiking/&prev=search&pto=aue

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190423143046-269-388855/meramu-esensi-mendaki-dalam-urban-hiking

Komentar