Hai sobat gunung! Mempersiapkan alat untuk mendaki gunung merupakan hal yang harus dilakukan dengan maksimal. Menyeleksi mana barang yang harus dibawa dan sekiranya tidak perlu agar muat didalam tas carrier. Walaupun carrier mempunyai kapasitas yang cukup besar, tetap saja kita harus membuat pertimbangan agar carrier tidak menjadi beban yang merepotkan, karena ia berada di punggung selama seharian. Diperlukan cara - cara tertentu agar dapat memaksimalkan kapasitas carrier dan tetap membuat punggung terasa nyaman. Berikut ini beberapa tips yang dapat mengoptimalkan kapasitas carrier agar tetap nyaman dibawa.
1. List Kebutuhan Perlengkapan Mendaki
Membuat daftar barang bawaan untuk mendaki gunung dapat mempermudah mengingat apa saja perlengkapan yang sudah ada dan belum ada. Selain itu juga dapat menyeleksi kira - kira barang apa yang tidak perlu dan tidak mesti dibawa di dalam carrier, agar mengoptimalkan efisiensi kapasitas muatan carrier. Barangkali juga ada barang - barang yang belum lengkap, dengan adanya list ini dapat mengetahui apa saja kebutuhan barang yang belum dipenuhi.
2. Kelompokkan Barang
Setelah membuat daftar perlengkapan, selanjutnya mengelompokkan barang - barang yang akan dibawa. Ini dimaksudkan agar perlengkapan terhindar dari resiko tertinggal dan lupa menaruh karena terpisah - pisah. Sebenarnya tujuan lainnya untuk memudahkan proses packing.
3. Masukkan Semua Barang kedalam Kantong Anti Air
Hal ini dapat meminimalisir barang - barang terkena air ataupun udara lembab agar tetap kering. Ada 2 cara yang biasa dilakukan para pendaki khususnya di Indonesia untuk menghindarkan dari rembesan air. Cara pertama yaitu dengan menggunakan trash bag untuk menutupi seluruh bagian carrier. Umumnya cara ini digunakan oleh pendaki - pendaki oldschool, karena carrier saat itu belum seefisien seperti sekarang yang dilengkapi dengan fitur - fitur. Cara kedua yaitu dengan menggunakan kantong plastik berbagai ukuran untuk membungkus setiap perlengkapan, mulai dari pakaian, jaket, sleeping bag, tenda, hingga alat memasak. Cara ini juga cukup efisien ketika carrier yang digunakan mempunyai kapasitas yang kecil, sehingga dituntut untuk memaksimalkan setiap sudut kelonggaran carrier.
4. Peletakan Matras
Setelah menutup barang dengan kantong anti air, selanjutnya kita membahas peletakan matras. karena bagi sebagian pendaki Indonesia, peletakan matras berpengaruh kepada cara packing barang. Penempatan matras terbagi 2, yaitu di dalam, dan di luar. Penempatan matras di dalam carrier mempunyai plus minusnya tersendiri, yaitu:
+ Carrier akan terlihat kokoh dan mudah mengatur packing karena dinding carrier menjadi keras.
+ Menjadi 'tulang' bagi trash bag yang menyelimuti seluruh bagian dalam carrier sehingga terlindung dari rembesan air.
+ Melindungi gesekan lapisan dalam tas carrier dengan benda - benda yang dibawa.
- Ruangan dalam tas carrier akan berkurang
- Tidak bisa melepas matras saat istirahat untuk alas pantat.
- Untuk tas yang mempunyai desain melengkung, matras tidak bisa dimasukan karena tulang carrier telah didesain melengkung pula. (solusinya gunakan matras thermal / alumunium
Untuk penempatan matras diluar carrier memiliki kelebihan dan kekurangan sebagai berikut, yaitu:
+ Ruang kapasitas dalam carrier lebih lega
+ memudahkan penggunaan matras ketika istirahat ataupun makan diperjalanan.
- Akan basah ketika kehujanan
5. Atur Penempatan
Ada 2 prioritas penempatan barang dalam tas carrier, pertama dengan prioritas berat, kedua adalah prioritas kebutuhan.
Terlihat pada gambar ilustrasi penyusunan perlengkapan pendakian dalam carrier berdasarkan berat dan kebutuhan.
Warna merah: beban berat kita letakkan mendekat ke punggung dan berada di bagian setengah carrier ke atas. Tujuannya adalah membuat beban berat tidak bertumpuk pada pinggang dan paha teman - teman. Pundak berperan dalam menopang beban tersebut. perlengkapan berat seperti air atau beras.
Warna orange: berat benda ini berukuran sedang, seperti nesting dan kompor. Diletakkan dibawah benda berat guna menopang agar tidak meluncur ke bawah.
Warna kuning: barang ringan yang jarang kita gunakan, seperti menempatkan sleeping bag dan baju ganti di bawah, kemudian menempatkan gulungan tenda pada bagian yang mudah dijangkau.
Warna hijau: pada daerah ini kita meletakkan barang dengan sifat ringan yang bisa ditekan ukurannanya, serta yang sering digunakan ketika kondisi mendesak. Seperti mantel, flysheet, cemilan atau tisu.
6. Seimbangkan Tas Carrier
Jika sudah selesai mengemas semua barang, maka coba berdirikan tas carrier untuk menguji. Disini juga akan terlihat hasil packing-an yang penempatan barangnya rapi atau tidak. Kalau ternyata carrier berat sebelah, maka sebaiknya lakukan pengaturan ulang packing. Ini berguna ketika perjalanan sudah memakan waktu 5 hingga 6 jam keatas. Karena dalam jangka waktu tersebut, badan akan mulai terasa penat dan mulai merasakan berat yang tidak rata dari packing-an yang asal - asalan.
Demikian sedikit edukasi mengenai tata cara packing agar teman - teman senantiasa enjoy dan lebih menghargai proses mendaki gunung mulai dari hal terkecil dari mempersiapkan barang dan mem-packing barang. Bagaimanapun usahakan tetap nyaman ketika bepergian menggunakan carrier. Salam Lestari!
Source:
https://kumparan.com/kumparantravel/tips-packing-yang-efektif-untuk-si-pendaki-gunung-1544438136659208715/full
https://review.bukalapak.com/travel/7-cara-packing-carrier-yang-praktis-pendaki-pemula-wajib-tahu-nih-89593
https://phinemo.com/cara-packing-carrier-yang-benar-untuk-naik-gunung/
Komentar
Posting Komentar