Manajemen Perjalanan Pendakian
![]() |
| Sumber Foto |
Manajemen perjalanan adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengoptimalan sumber daya (alat - alat) untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Merencanakan perjalanan dan mengeksekusi destinasi yang akan dituju, lalu melakukan manajemen perjalanan bersama teman pun merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Bagi sebagian orang, persiapan yang 'matang' cerminan baiknya sebuah perjalanan.
Rumusnya: 4W + 1H
Who (Siapa)
Siapa yang melakukan perjalanan dan dengan siapa. Penting untuk mengetahui kondisi fisik dan mental teman seperjalananmu.
What (Apa)
Apa tujuan kegiatan perjalanan (Olahraga, wisata, pendidikan, penelitian, atau ekspedisi, dll) dan sesuaikan dengan proses perencanaan.
When (Kapan)
Kapan kegiatan akan dilaksanakan dan berapa lama perjalanannya.
Where (Dimana/Kemana)
Kemana dan dimana akan melakukan perjalanan, tujuan perjalanan. Sebenarnya mengenai tujuan ini bisa saja tidak selalu dalam planning, tetapi baik juga untuk menentukan tujuan - tujuan perjalanan yang akan dilalui mengingat waktu yang terbatas.
How (Bagaimana)
Bagaimana mengaplikasikan perjalanan dengan 4 poin diatas. Terlebih bagaimana menentukan jenis kegiatan yang dilakukan ketika melakukan perjalanan tersebut.
Selain itu juga terdapat 3 proses dalam melakukan manajemen perjalanan, yaitu pra-perjalanan, pelaksanaan perjalanan, dan post-perjalanan.
1. Pra - Perjalanan
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses perencanaan kegiatan pra perjalanan. Mengingat kekuatan informasi adalah kekuatan yang cukup berpengaruh dalam hal apapun. Seperti mempersiapkan data dan informasi tujuan perjalanan, transportasi, perlengkapan dan peralatan, perbekalan ataupun fisik dan mental teman perjalanan.
2. Pelaksanaan Perjalanan
Setelah mempersiapkan hal - hal yang perlu dipersiapkan dalam proses perencanaan pra-perjalanan dengan menerapkan 4W+1H, barulah saat melakukan perjalanan kita memperhatikan beberapa faktor seperti cek and ricek peralatan, perbekalan dll. Selain itu ketika melakukan perjalanan selama berhari - hari, ada baiknya peralatan yang berhubungan dengan kepentingan bersama itu dibagi sesuai kondisi fisik dan mental teman seperjalanan agar tidak terjadi miskomunikasi. Hal ini penting mengingat banyak kejadian tak terduga seperti perbedaan pendapat, dll.
3. Post - Perjalanan
Ada baiknya setelah melakukan perjalanan, baik yang sifatnya perjalanan yang terikat dengan organisasi, ataupun hanya sekedar pergi bersama teman, setelahnya melakukan evaluasi. Ini membantu ketika ada permasalahan yang tidak selesai ketika kegiatan dan mencoba dibicarakan agar di perjalanan selanjutnya tidak terjadi kondisi - kondisi serupa. Selain itu diskusi juga penting agar hubungan lebih erat dan mendapatkan pembelajaran dari kejadian - kejadian yang lewat.
Demikian sedikit informasi yang mungkin dapat menambah pengetahuan teman - teman ataupun sebagai pengingat kembali hal - hal yang mesti diperhatikan ketika melakukan perjalanan, terutama perjalanan pendakian. Kembali lagi pada beberapa prinsip setiap orang bahwa bentuk perjalanan yang menyenangkan itu berbeda - beda, ada yang menyenangkan ketika semua terencana, ada yang menyenangkan ketika tidak direncanakan sama sekali. kembali ke individunya. sedikit quotes dari Umar bin al-Khattab rahimahullah "Pernahkah engkau bepergian dengannya selama 10 hari sehingga telah habis kesabarannya untuk berpura - pura lalu kamu mengenali watak - watak aslinya? jika belum, pergilah kau wahai hamba Allah. Demi Allah kau sama sekali tidak mengenalnya" Salam Lestari!
Source:
Sudirman, Achmad. 2016. Pedoman Perjalanan Alam Terbuka (PPAT) Mahasiswa Kesehatan Pecinta Alam Stikes Nani Hasanuddin, Makassar.
/https://www.thestar.com/content/dam/thestar/life/travel/2017/11/14/adventure-included-at-alaskas-legendary-denali-national-park/main_bus_replica_2392_jpg.jpg)
Komentar
Posting Komentar