Manajemen Air Saat Melakukan Pendakian Gunung

Foto ini milik Ghiyats Satrio di blog ini
    Hai sobat gunung! mungkin banyak dari kita yang masih bingung dalam memanajemen air ketika melakukan pendakian berkelompok. Kendala umum yang dihadapi biasanya mulai dari tidak meratanya bawaan jumlah air yang dibawa setiap orang, hingga kemalasan yang diiringi kurangnya perhitungan terhadap sumber mata air di kawasan gunung. Umumnya, ada rumus mengetahui jumlah air yang dibutuhkan tubuh setiap harinya oleh Dr. Edwin Tanihaha, Sp.KK, yaitu per kilogram (Kg) berat badan dikali 30 mililiter, hasilnya jumlah cc air yang dibutuhkan. Misalkan seseorang memiliki berat badan 70 kilogram, bila dikali 30 mililiter maka hasilnya adalah 2100 mililiter atau 2,1 liter. Tentu konsumsi air ini adalah rata - rata untuk aktivitas harian ringan hingga sedang, untuk aktivitas tinggi harus disesuaikan.
    Untuk itu ada beberapa tips bagi yang ingin mendaki gunung atau hiking soal pengelolaan air agar tetap menjadi kegiatan yang meyenangkan:
  • Mencari informasi gunung pada tata letak dan ketersediaan mata air
  • Menghitung jumlah anggota kelompok dan perhitungkan konsumsi air individu
  • kelompokkan stok air yang dibawa per hari (jika tidak ada sumber mata air terdekat)
  • Minum secara teratur, perlahan - lahan, dan manajemen konsumsi dengan baik (perlu leader kelompok dalam memanajemen)
  • Sebaiknya tidak mengkonsumsi terlalu banyak cafein seperti pada kopi dan teh, karena konsumsi yang berlebihan dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti heart rate atau frostbite.
    Menjaga kebutuhan konsumsi air bagi tubuh juga penting, tetapi adakalanya kita harus sedikit bersabar agar manajemen air ketika mendaki gunung tetap terkondisikan. Mengingat beberapa gunung seperti gunung cikuray, gunung guntur, gunung raung, dan banyak gunung lainnya yang bahkan tidak tersedia sama sekali sumber mata air di dekat jalur pendakian, maka konsumsi tersebut harus disesuaikan. Bila berkelompok, berusahalah memikirkan teman pendakian dan kondisikan diri agar tidak egois ya, karena perjalanan juga merupakan proses komunikasi dengan diri sendiri dan juga dengan orang lain. Salam Lestari!

Source:

Komentar